Kita main tebak – tebakan yuk
Aku adalah seorang penjahat, aku seorang pezinah, aku seorang pembunuh, aku seorang pencuri, aku si durhaka dan aku di benci orang banyak. Begitulah sekiranya orang – orang menilaiku
Pertanyaannya di manakah tempat yang tepat untukku ?
1. Penjara
2. Neraka
3. Dibuang dan diasingkan
4. Isi sendiri ....
5.
Apakah aku boleh bertanya ?
Iya boleh
apakah tidak ada tempat yang baik bagiku untuk hidup damai ?
Tidak ! kamu menyusahkan orang lain.
Terima kasih anda telah mau membaca ini.. i need people like u
Perkenalkan namaku adalah Nina, aku seorang perempuan dan aku adalah sebuah karangan. Yap sebenarnya aku memang tidak ada di dunia ini karena aku hanyalah sebuah karangan belaka. Namun, aku ingin sedikit menceritakan hidupku. Apakah kamu ingin mendengar cerita orang kotor sepertiku ?
Aku adalah sebuah kehidupan yang sulit, aku dibenci orang lain, aku hakimi semua orang, aku tidak punya teman, tidak ada orang yang menganggapku. Aku seperti tidak punya orang tua, sekarang aku hidup di dalam jeruji besi yang sangat dingin.
Aku mempunyai banyak julukan di antaranya sang penjahat, sang pezinah, sang pembunuh, sang pencuri, si durhaka dan masih banyak lagi. Namun, aku ingin sekali menceritakan kisah hidupku yang kotor ini.
Sang penjahat, inilah julukan yang paling populer yang orang – orang ketahui tentang diriku. Sudah biasa telinga ini mendengar nama ini “si penjahat”. Ini adalah namaku yang sekarang dan selamanya hingga aku mati. Julukan ini adalah akumulasi dari semua dosa -dosa yang telah kuperbuat.
Semua orang tahu seorang penjahat pasti akan dihukum sesuai apa yang telah ia langgar. Aku setuju dengan hal ini, aku tidak menentang hukum, aku tidak menentang hakim tapi apakah orang sepertiku pantas dihukum ? pasti kamu akan menjawab iya. Memang benar jawabannya adalah “iya” karena sekarang aku divonis oleh hakim dengan hukuman mati.
Sekali lagi terima kasih untuk kalian yang mau membaca tulisan ini ..i need people like you
Izinkan aku bercerita lebih jauh lagi yaaa...
Banyak sekali dakwaan terhadapku, aku dituduh membunuh, aku dituduh perempuan pezinah, aku di tuduh mencuri dan aku juga dicap durhaka terhadap orang tua. Sidang ini berlangsung sangat cepat sekali karena aku kalah telak, aku tidak mempunyai bukti aku tidak mempunyai saksi, aku tidak memiliki siapa – siapa.
Tentangku ...
Aku adalah anak kedua dari dua bersaudara namun saat aku masih kecil kakak perempuanku mati bunuh diri. Mereka bilang kematiaan kakak-ku adalah karena patah hati karena di tinggal oleh kekasihnya. Hanya itu yang kutahu. Aku selalu mempercayai ini hingga suatu saat aku mulai merasa bahwa ada yang tidak beres dalam keluarga ini.
Aku dikenal sebagai anak yang pendiam, entah kenapa aku sulit untuk mengekpresikan perasaanku. Apakah ini ada kaitannya dengan tingkah laku ayahku yang ringan tangan dalam memukul atau juga karena pertengkaran antara ayah dan ibuku yang kerap terjadi atau mungkin juga karena efek bullying terhadapku. Aku tidak punya teman mungkin karena aku seorang pendiam atau juga karena aku yang tidak tahu cara merawat diri sebagai seorang wanita. Yap begitulah keseharianku
Singkat cerita.....
Hidupku mulai berantakan seperti ini diawali oleh ekonomi keluarga ku yang kian memburuk, bisnis ayah ku yang mulai hancur dan seorang ibu yang hobby selingkuh dengan orang lain. Entah apa salahku hingga tiba – tiba nasib buruk ini datang kepadaku.
Pertengkaran ayah dan ibu sudah menjadi hal biasa bagiku semenjak aku kecil. Namun keadaan saat ini diperburuk dengan masalah ekonomi dan ibu yang kerahuan selingkung oleh ayahku. Di rumah ini seakan ada perang dunia. Dan akhirnya ibuku pergi meninggalkan rumah bersama kekasih barunya...
Ayahku seakan mulai hilang kendali, ia mulai hoby menjual aset aset yang kita miliki mulai dari isi dalam rumah, mobil bahkan sertifikat rumah untuk berjudi. Rumah ku dalam sebulan ini seperti tempat bandar judi. Banyak sekali laki - laki berdatangan dan berjudi bersama ayahku di rumah ini. Namun ternyata ayahku kalah besar dalam perjudian ini dan kehilangan semuanya.
Aku pikir hobi ayahku ini akan berakhir karena ayahku tidak memiliki harta untuk dipertaruhkan. Aku salah ternyata .. ☹ hobi gila ini ternyata membuat ayah ku memperlakukanku sebagai harta yang dapat dipertaruhkan dalam judi. Teganya dia....
Aku baru menyadarinya saat itu dan itu sudah terlambat, sudah sangat terlambat.
ASAL KALIAN TAHU, DIA (AYAHKU) MEMPERTARUHKAN AKU SEPERTI INI
“JIKA AYAHKU KALAH MAKA ORANG ITU BOLEH MENYETUBUHIKU”
Aku ingin menangis rasanya jika mengingatnya. Namun izinkan aku menyeleseikan cerita ini..
Saat itu aku sedang tidur pulas di kamarku tiba – tiba datanglah seorang laki - laki ke dalam kamarku. aku mulai tersadar bahwa ada orang lain datang ke kamarku namun ternyata aku tersadar ketika laki - laki itu telah membuka bajuku, aku berteriak sekencang mungkin yang aku bisa, aku mencoba berlari menghindari laki – laki ini, namun ternyata pintu kamarku terkunci. Aku bisa melihat ayahku di jendela kamarku, aku berteriak minta tolong kepadanya namun dia hanya tersenyum melihatku dan tidak melakukan apa – apa . Dasar laki – laki bajingan.....
Malam itu adalah malam aku kehilangan keperawananku. Aku sangat benci ayahku....
Sejak saat itu aku berhenti sekolah, aku dipaksa melayani budak – budak seks itu hampir setiap malam karena aku adalah bahan pertaruhan ayahku. Terkadang aku dipaksa melayani dua hingga tiga laki – laki sekaligus setiap malam. Hingga suatu malam ayahku sendiri ikut menyetubuhi diriku. Astagfirullaaah ☹ Hidupku semakin tidak berarti, aku ingin mati saja. Mungkin ini adalah salah satu penyebab kakak bunuh diri. Aku tahu kak sekarang alasanmu kenapa bunuh diri.
Aku ingin sekali mengakhiri hidup ini namun semua sudah terlambat karena aku hamil. Aku tidak ingin mengorbankan anakku. Namun dendam ini tidak lagi dapat ditahan. Malam itu seperti biasa, aku tidur dikamarku namun aku membawa sebilah pisau yang sebelumnya sudah aku asah dengan sangat tajam dan kusimpan di bawah bantalku. Yap aku berniat membunuh mereka semua.
Ternyata rencanaku berjalan dengan mulus, budak – budak seks itu datang kepadaku dan mulai meniduriku bersamaan. Di saat mereka lengah aku mulai mengambil dan mengayunkan pisauku. Aku menangis, aku tahu ini adalah dosa, ini adalah pembunuhan namun entah kenapa tanganku tidak dapat berhenti berayun bersama pisau. Aku bermandikan darah segar malam itu. Aku berhasil membunuh mereka semua termasuk ayahku yang bajingan.
Ternyata tangisanku tidak dapat berhenti walaupun mereka semua telah tewas. Aku masih tidak menyangka bahwa aku telah melakukan ini. aku memang seorang pembunuh. Namun, bukankah kematian mereka adalah hukuman yang tepat? Kalian sepakat ?.
Aku bergegas mengemasi barang – barangku dan mengambil semua harta – harta yang ada termasuk uang taruhan judi dan uang yang dimiliki oleh korban yang kubunuh. Aku berniat melarikan diri dan memulai hidup baru bersama anak yang ku kandung. Namun apa daya polisi akhirya menemukanku tak lama setelah itu.
Jadi memang benar aku seorang pezinah karena aku sering ditiduri laki - laki jahat itu, memang benar aku seorang pembunuh karena aku telah membunuh orang – orang jahat itu, memang benar aku seorang pencuri karena aku mencuri harta mereka untuk menghidupi anak yang ku kandung, memang benar aku seorang PENJAHAT karena aku telah melakukan banyak kejahatan.
Sungguh tidak ada penyesalan atas setiap perbuatanku, aku memahami betul bahwa aku memang salah karena melakukan pembunuhan berencana. Tapi apakah alasanku melakukan itu semua tidak dapat memberikan keringanan untuk-ku ?. yap sama sekali tidak ada keringanan untuk-ku walau aku coba menjelaskan alasanku melakukan itu.
“wahai hukum kamu sangatlah adil”
Namun setidaknya hukuman matiku di tunda hingga hari ke-empat puluh setelah aku melahirkan anak-ku.
Ku tulis ini bukan untuk kalian wahai penguasa hukum, tapi tulisan ini aku peruntukan untuk anak-ku yang tercinta. Semoga anak-ku dapat memahami ku walau aku telah tiada.
“Nak, maafkan ibumu karena tidak bisa membesarkanmu”
“Ibu ingin titip pesan kepadamu”
“Jika engkau laki – laki belajarlah bertanggung jawab terhadap perempuan”
“jika engkau perempuan berusahalah melindungi perempuan lain yang terdzolimi”
Tertanda
Ibumu
Sang penjahat
By :Achmad Rusdiana

No comments:
Post a Comment